Minggu, Februari 1, 2026
BerandaAgamPastikan Bahan Baku MBG Aman, DKPP Agam Intensif Awasi Mutu Pangan

Pastikan Bahan Baku MBG Aman, DKPP Agam Intensif Awasi Mutu Pangan

ARAHRAKYAT– Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Agam, memperketat pengawasan terhadap mutu dan kelayakan pangan segar yang digunakan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut guna menjamin keamanan konsumen sekaligus memitigasi risiko masuknya zat berbahaya ke dalam rantai konsumsi publik.

Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Agam, Rita Delfianti mengatakan, fokus pengawasan menyasar komoditas hortikultura, mulai dari aneka sayuran dan buah, hingga produk pangan olahan penting bagi dapur produksi MBG.

“Dalam rangka memvalidasi keamanan produk tersebut, pihaknya menerapkan metode uji cepat atau rapid test,” terang Kabid.

Rita menfatakan, prosedur itu bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya residu pestisida yang melekat pada sayuran maupun potensi kontaminasi zat kimia berbahaya seperti formalin pada bahan pangan olahan.

“Pengujian sangat penting agar setiap pangan segar yang masuk ke lini produksi dapur benar-benar steril dari bahan kimia berbahaya dan aman untuk dikonsumsi,” sebutnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan survei yang mencakup area gudang kering maupun basah. Selain itu, dari aspek kebersihan, tata kelola penyimpanan barang, dan kelayakan fungsi sarana prasarana juga menjadi perhatian untuk memastikan nutrisi dan kualitas bahan pangan tetap terjaga selama masa penyimpanan.

Secara konkret, pengawasan mutu pangan segar terbaru telah digelar di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lubuk Basung di Sport Center, Selasa (20/1). Dalam kesempatan tersebut, sejumlah komoditas yang tersedia langsung dijadikan sampel untuk diuji di lokasi.

Di lain sisi, anggota Tim Pengawas DKPP Agam, Riyanda Putra mengatakan, pengambilan sampel bersifat acak berdasarkan ketersediaan stok harian. Dijelaskan, untuk skrining residu pestisida, pihaknya menguji komoditas allium seperti bawang merah dan bawang putih, serta umbi-umbian seperti wortel, dan sayuran daun seperti selada dan buncis.

“Sementara itu, untuk komoditas protein nabati, kita fokuskan pengujian potensi kandungan formalin pada produk tahu,” kata Riyanda.

Riyanda menambahkan, mekanisme pengawasan ini diterapkan secara berkala. “Pemilihan sampel didasarkan pada stok yang hadir pada hari pemeriksaan, dan agenda selanjutnya akan berlanjut ke SPPG Kampung Tangah di pekan berikutnya,” sebutnya.

Lahkah tersebut merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Agam dalam mengawal jaminan keamanan pangan secara holistik dari hulu hingga ke hilir.

“Melalui mekanisme monitoring yang ketat dan terstruktur di seluruh titik SPPG, diharapkan program MBG nasional dapat berjalan sesuai dengan standar mutu dan protokol keamanan pangan yang ketat, sekaligus memberi rasa aman,” ulasnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments