ARAHRAKYAT– Badan Pusat Statistik (BPS), tengah melakukan pendataan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, selama tiga pekan. Data tersebut guna memastikan program pemulihan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Salah satu lokus pendataan kami adalah Kabupaten Agam, dan dilaksanakan hingga 3 Februari. Hal ini telah dimulai pada 14 Januari kemarin,” ungkap Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, disela peresmian Huntara di Kayu Pasak, Palembayan, Sabtu (24/1).
Sonny menerangkan, pihaknya telah mengerahkan sebanyak 510 petugas pendataan dari Politeknik Statistika (STIS) ke 15 titik paling terdampak bencana hidrometeorologi seperti wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Petugas ini berasal dari mahasiswa STIS dengan metode yang diterapkan, mengumpulkan data ke rumah warga maupun lokasi pengungsian. Prosesnya dilengkapi dengan dokumen berupa fotografi serta pencatatan koordinat lokasi,” terangnya.
Sonny menjabarkan, para petugas tersebut memegang peranan krusial sebagai enumerator lapangan dengan tanggung jawab untuk memetakan kondisi rumah tangga yang terdampak, menilai tingkat kerusakan fisik bangunan, hingga mencatat kerentanan infrastruktur di sekitarnya.
“Data yang dikumpulkan selanjutnya akan menjalani proses sinkronisasi atau matching dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), arsip pemerintah daerah, serta data yang dimiliki oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” terangnya lagi.
Hasil analisis data tersebut nantinya akan berfungsi sebagai landasan bagi satuan tugas (Satgas) dalam merancang strategi rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga program pemulihan dapat dijalankan dengan tepat sasaran dan efektif.
“Kemudian, data yang dikumpulkan tadi, itu menjadi salah satu dasar untuk menentukan penerima bantuan. Seperti yang telah dijelaskan tadi melalui zoom, pengambilan kebijakan untuk menetapkan penerima bantuan itu semuanya berdasarkan data BPS,” katanya.
Pihaknya berharap dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah dalam hal penyediaan data pascabencana yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki tingkat akurasi tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.
Sebelumnya, Bupati Agam, Benni Warlis mengatakan, pihaknya secara berkala melakukan pembaruan data yang akan dijadikan pijakan dalam penyusunan dokumen R3P.
“Data yang kita miliki di Kabupaten Agam saat ini masih belum mencapai tingkat kesempurnaan dan masih terus dilakukan inventarisasi secara menyeluruh,” ujarnya.

