ARAHRAKYAT– Warga Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, sempat dibuat panik. Tujuh orang remaja dilaporkan tersesat di kawasan hutan hulu Sungai Batang saat meninjau lokasi awal kejadian banjir bandang, Minggu (25/1).
Ketujuh remaja tersebut diketahui masuk ke kawasan hutan sekitar pukul 15.00. Namun hingga malam hari, mereka tak kunjung kembali ke rumah. Laporan orang tersesat itu diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Agam pada pukul 20.48 dari TKSK Kecamatan Tanjungraya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan para remaja itu tersesat akibat medan hutan yang berat serta jalur yang sulit dikenali. Apalagi mereka pulang saat hari mulai petang dan cepat gelap dalam hutan.
“Mereka pergi meninjau titik awal kejadian banjir bandang. Namun di perjalanan tersesat dan tidak menemukan jalur pulang,” ujar Abdul Ghafur saat dikonfirmasi, Senin (26/1).
Kabar hilangnya tujuh remaja tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran warga. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, SAR, serta masyarakat setempat langsung bergerak melakukan pencarian dengan menyisir kawasan hutan dan jalur-jalur yang diduga dilalui para korban.
Situasi semakin menegangkan setelah para remaja sempat mengunggah permintaan pertolongan melalui media sosial. Unggahan tersebut disertai titik lokasi Google Maps serta video api unggun yang mereka buat di tengah hutan.
“Alhamdulillah, mereka masih bisa dihubungi melalui HP. Titik lokasi yang dibagikan sangat membantu tim dalam menentukan arah pencarian,” kata Abdul Ghafur.
Adapun ketujuh remaja tersebut diketahui bernama Rifal, Romi, Fakri, Dika, Bima, Fahri, dan Farel. Tim gabungan harus berjalan kaki sekitar 1,1 kilometer dari titik terakhir yang masih bisa dilalui kendaraan untuk mencapai lokasi.
Proses pencarian dan evakuasi sempat terkendala medan yang cukup berat serta lumpur tebal akibat banjir bandang sebelumnya.
“Medannya cukup berat karena lumpur masih dalam. Namun tim tetap bergerak dengan mengutamakan keselamatan,” jelasnya.
Setelah hampir enam jam tersesat di hutan, ketujuh remaja tersebut akhirnya ditemukan pada pukul 21.50 dalam kondisi selamat. Proses evakuasi berlanjut hingga menjelang tengah malam. Tepat pukul 00.01, seluruh remaja tersebut telah tiba kembali di rumah masing-masing dengan selamat.
“Kondisi semuanya selamat. Proses evakuasi tuntas tengah malam,” pungkas Abdul Ghafur. (*)

