Minggu, Februari 1, 2026
BerandaAgamLayanan Medis Gratis PDIP Hadirkan Harapan bagi Korban Banjir Maninjau

Layanan Medis Gratis PDIP Hadirkan Harapan bagi Korban Banjir Maninjau

ARAHRAKYAT– Di tengah sisa lumpur dan trauma pascabanjir bandang serta longsor yang melanda Maninjau, secercah harapan hadir bagi warga terdampak. PDI Perjuangan turun langsung memberikan layanan kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan dan pemulihan masyarakat.

Melalui tim medis DPP PDI Perjuangan yang dipimpin Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak, layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan diberikan kepada warga terdampak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (3/1/2026). Warga yang mengungsi maupun yang bertahan di permukiman sulit dijangkau mendapat perhatian yang sama.

Di Kabupaten Agam, dua dokter dan tiga perawat disiagakan untuk melayani warga secara intensif. Mereka mendatangi pos-pos pengungsian hingga rumah-rumah warga, memastikan tak ada korban yang terlewat dari layanan medis, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Kehadiran tim kesehatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan besar DPP PDI Perjuangan untuk wilayah Sumatra. Secara keseluruhan, partai berlambang banteng tersebut mengerahkan 30 unit ambulans, 30 dokter, dan 30 perawat, lengkap dengan obat-obatan, perlengkapan medis, serta tangki air bersih untuk mendukung kebutuhan dasar warga di daerah bencana.

Khusus di Sumatera Barat, sebanyak 10 dokter dan 10 perawat diterjunkan dan disebar ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kota Padang, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Agam yang menjadi salah satu daerah dengan dampak terparah.

“Bencana tidak hanya merusak rumah, tapi juga menguras fisik dan mental warga. Karena itu, kesehatan menjadi fokus utama kami,” ujar dr. Ribka Tjiptaning. Ia menegaskan bahwa kehadiran tim medis bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan upaya berkelanjutan untuk memastikan warga dapat bangkit kembali.

Menurut Ribka, masa pengabdian tim kesehatan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi lapangan dan prediksi BMKG. Namun, PDI Perjuangan menargetkan pelayanan berlangsung minimal selama satu bulan agar proses pemulihan kesehatan warga berjalan optimal.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, posko kesehatan PDI Perjuangan didirikan di dua titik strategis, yakni di lokasi pengungsian Madrasah Diniyah Awaliyah Al Ihsan, Gasang Maninjau, serta di Posko Tanggap Bencana PDI Perjuangan Kabupaten Agam di Kubu Baru Panyinggahan (Kupa), Nagari Maninjau.

Di tengah duka akibat bencana, sentuhan kemanusiaan ini menjadi penguat bagi warga Maninjau untuk kembali menata kehidupan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments