ARAHRAKYAT– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Komitmen berkelanjutan dalam mengakselerasi kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di Ranah Minang secara resmi diakui melalui penganugerahan penghargaan pembina produktivitas yang diberikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Penghargaan prestisius ini menjadi bukti nyata atas dedikasi kepala daerah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang tidak hanya pro-aktif, tetapi juga memiliki standar daya saing tinggi di tengah dinamika pasar kerja global. Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam serangkaian acara Naker Inspirational Leadership Award 2025 yang dihelat di Balai Kartini, Jakarta, pada awal Desember lalu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumbar, Firdaus Firman, mengungkapkan bahwa Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, hadir secara langsung mewakili Gubernur untuk menerima apresiasi tersebut.
“Pencapaian ini merupakan bentuk dari kebijakan strategis yang diimplementasikan di Sumatera Barat dalam mendukung efisiensi dan efektivitas kerja di berbagai sektor,” ujar Firdaus saat memberikan keterangan di Padang, Senin (22/12).
Selain apresiasi untuk jajaran pemerintah, prestasi membanggakan juga datang dari sektor privat. RSIA Permata Bunda Solok berhasil memboyong Paramakarya Award, sebuah penghargaan tertinggi di level nasional bagi entitas usaha yang mampu mempertahankan standar produktivitas secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Penilaian terhadap RSIA Permata Bunda dilakukan melalui skema audit yang komprehensif. Firdaus menjelaskan bahwa indikator penilaian mencakup aspek kepemimpinan visioner, perencanaan strategis yang matang, hingga manajemen pengembangan SDM yang adaptif.
“Perjalanan RSIA Permata Bunda menuju panggung nasional ini bermula dari keberhasilan mereka meraih Anugerah Sidhakarya di tingkat provinsi pada tahun 2024. Mereka membuktikan bahwa manajemen proses kerja yang fokus pada pelanggan mampu menghasilkan produktivitas yang eksponensial,” tambahnya.
Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat akan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Firdaus menegaskan bahwa kunci utama dalam mendongkrak produktivitas terletak pada kemitraan yang harmonis antara otoritas pemerintahan, pelaku usaha, dan serikat pekerja.
Menurutnya, peningkatan produktivitas memiliki korelasi langsung dengan taraf hidup para pekerja. Dikatakan, output akhir yang disasar pihaknya adalah kesejahteraan buruh.
“Ketika perusahaan semakin produktif, maka ruang untuk peningkatan taraf hidup pekerja akan semakin terbuka lebar. Inilah visi besar yang terus kita upayakan,” ulasnya.

