ARAHRAKYAT– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memikirkan solusi agar tidak terjadi longsor di Kelok 44, Maninjau. Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo kepada arahrakyat.com di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1/2026).
“Kalau masalah di Maninjau (kelok 44) kita lagi mikir. Saya batu tahu kalau setiap tahun terjadi longsor dan mesti kerjasama dengan semua pihak supaya pembabatan hutan dikurangi,” kata Menteri Dody.
Ia juga menyampaikan, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) 5 telah mengidentifikasi sebanyak 18-20 titik-titik yang rawan terjadinya bencana longsor.
“Untuk Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Agam dan Tanah Datar terdapat 18-20 titik yang rawan longsor dan Kementerian PU telah mengajukan anggaran sebesar Rp20 triliun.
Khusus untuk Kabupaten Agam, tambahnya, Kementerian PU sedang melakukan design ulang rencana pembangunan sabo dam di kawasan aliran sungai yang terdampak akibat erupsi gunung Marapi.
“Sama dengan Kab Tanah Datar, ini lagi di design teman-teman BWS 5 dan itu masuk dalam anggaran yg sedang kita ajukan ke Kementerian Keuangan,” sebut Menteri Dody.
Diketahui, longsor terjadi di Maninjau pada awal tahun 2026 lalu. Akibatnya, akses jalan dari Bukittingi-Lubuk Basung putus. Saat ini alat berat dari Kementerian PU terus bekerja menangani longsor. Saat ini, akses jalan Bukittinggi-Lubuk Basung sudah berfungsi kembali.

