ARAHRAKYAT– Tabrakan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di jalan nasional, tepatnya di Pandam, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Rabu (28/1) malam. Peristiwa tragis ini menewaskan tiga orang dan menyebabkan dua lainnya mengalami luka ringan.
Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 19.40. Benturan keras terdengar hingga ke permukiman warga. Dalam hitungan detik, sejumlah kendaraan bertumpuk di badan jalan, puing-puing berserakan, dan suasana di lokasi berubah panik. Arus lalu lintas dari kedua arah lumpuh total selama proses evakuasi.
Peristiwa berawal saat truk tronton Mitsubishi BA 8097 TU membawa cangkang sawit yang dikemudikan YHP, 40, terpaksa berhenti dan parkir di tepi kiri jalan setelah mengalami kebocoran ban bagian depan. Truk tersebut berada di jalur nasional tanpa sempat dievakuasi lebih jauh.
Namun, di tengah kondisi tersebut, sebuah truk Colt Diesel Mitsubishi BA 8783 TL yang dikemudikan oleh Bujang, 74, bersama dua penumpangnya, Darusni, 57, dan Suardi, 69, datang dari arah Simpang Gudang menuju Tiku.
“Diduga tidak sempat menghindar, truk yang dikemudikan Bujang menghantam keras bagian belakang tronton yang sedang parkir tersebut,” ujar Kasat Lantas Polres Agam, AKP Irawady, Kamis (29/1).
Benturan itu memicu tabrakan beruntun ketika truk Colt Diesel pengangkut LPG BA 8024 LU yang dikemudikan Dasril, 46, membawa penumpang Hari Mulyadi, 38, datang dari arah sama menabrak truk yang dikendarai Bujang. Tak berselang lama, sebuah minibus Isuzu Panther BA 1848 T yang dikendarai FPS kembali menghantam bagian belakang truk LPG.
“Tabrakan terjadi secara beruntun. Seluruh kendaraan datang dari arah yang sama dan saling menghantam dari belakang,” ujar Kasat.
Benturan keras menyebabkan pengemudi dan dua penumpang truk Colt Diesel BA 8783 TL terjepit di dalam kabin. Ketiganya sempat dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Lubukbasung, namun nyawa mereka tidak tertolong.
Tiga korban meninggal dunia masing-masing Bujang, warga Rimbojariang, Jorong Anakaia Kumayan, Kenagarian Kampungtangah, Kecamatan Lubukbasung, Darusni, warga Pakankamih, Jorong Tantaman, Kenagarian Tigokoto Silungkang, Kecamatan Palembayan, serta Suardi, warga Jorong Haraban, Kenagarian Nantujuah, Kecamatan Palupuah.
Sementara itu, dua korban lainnya yang merupakan sopir dan penumpang truk LPG mengalami luka ringan. Keduanya yakni Dasril, warga Dusun Kelok 44, Jorong Kuok III Koto, Kenagarian Matuamudiak, Kecamatan Matur dan Hari Mulyadi, warga Jalan Bukikapik, Kenagarian Bukikapik, Kecamatan Guguakpanjang, Kota Bukittinggi. Keduanya masih menjalani perawatan di RSUD Lubukbasung dan akan dimintai keterangan setelah kondisi membaik.
Kecelakaan ini menyedot perhatian warga sekitar. Puluhan orang memadati lokasi kejadian sehingga arus lalu lintas sempat mengular panjang di kedua arah. Personel Polsek Lubukbasung dan Satlantas Polres Agam, bekerja ekstra melakukan evakuasi korban dan kendaraan yang ringsek, sekaligus mengatur lalu lintas.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pendalaman di lapangan. Data sementara mencatat tiga korban meninggal dunia dan dua korban luka ringan,” kata AKP Irawady.
Empat kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian materi mencapai Rp 100 juta. Seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi dan dijadikan barang bukti, serta saat ini diamankan di Mako Satlantas Polres Agam. Proses evakuasi baru selesai pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00.
Sopir Truk Tronton Ditahan
Kasus kecelakaan maut ini kini ditangani Unit Laka Lantas Polres Agam dan disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Untuk kepentingan penyidikan, pengemudi truk tronton berinisial YHP telah ditahan pihak kepolisian.
Sementara itu, pengemudi kendaraan lain yang terlibat kecelakaan juga akan dimintai keterangan. Dua korban luka ringan yang masih menjalani perawatan di RSUD Lubukbasung akan diperiksa setelah dinyatakan pulih oleh tim medis.(*)

