Minggu, Februari 8, 2026
BerandaAgamTepis Isu Mobnas Baru Istri Bupati di Tengah Bencana, Sekda Agam Sebut...

Tepis Isu Mobnas Baru Istri Bupati di Tengah Bencana, Sekda Agam Sebut Ini!

ARAHRAKYAT– Pemerintah Kabupaten Agam menyanggah isu bergulir mengenai pengadaan kendaraan dinas atau Mobnas baru di tengah situasi sulit pascabencana yang melanda wilayah setempat. Dipastikan, tidak ada alokasi anggaran khusus untuk fasilitas kendaraan bagi istri kepala daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Agam, Muhammad Lutfi, memaparkan rencana pengadaan kendaraan yang kini menjadi sorotan publik merupakan bagian dari perencanaan yang disusun pada 2025 atau jauh sebelum bencana melanda wilayah setempat. Hal tersebut lebih bersifat waktu pelaksanaan, bukan pada proses penganggarannya.

“Secara prosedur, mekanisme penganggaran telah dilakukan jauh hari. Usulan pengadaan kendaraan dinas itu sudah masuk ke dalam perencanaan sebelum musibah bencana terjadi,” ujar Lutfi, saat konferensi pers di Aula Kantor Bupati Agam, Minggu (8/2).

Lebih lanjut, Lutfi menjelaskan seluruh alur penganggaran telah ditempuh melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan melalui pembahasan bersama DPRD. Ia menegaskan, realisasi belanja baru dapat dilaksanakan ketika pelaksanaan anggaran telah disahkan.

Menurutnya, dalam dokumen anggaran hanya tercantum rencana pembelian dua unit kendaraan untuk keperluan operasional di bawah kendali Sekretariat Daerah, tanpa ada spesifikasi peruntukan personal.

Meski begitu, dia mengakui sebagian armada kendaraan operasional pemerintah setempat telah membutuhkan peremajaan. Namun, pihaknya tengah mengkaji ulang rencana tersebut mengingat kondisi daerah yang sedang berduka.

“Fokus utama kita saat ini adalah pemulihan total pascabencana. Pengadaan sarana dan prasarana mobnas bukanlah kategori kebutuhan mendesak yang harus dipaksakan realisasinya,” tegasnya.

Dengan itu, pihaknya berharap agar klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang ditengah masyarakat. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan penyesuaian kebijakan belanja agar selaras dengan kondisi daerah serta kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments