Minggu, Februari 1, 2026
BerandaAgamPercepat Penanganan Sosial, Dinsos Agam Satukan Langkah dengan Pendamping PKH

Percepat Penanganan Sosial, Dinsos Agam Satukan Langkah dengan Pendamping PKH

ARAHRAKYAT– Dinas Sosial Kabupaten Agam mulai mengencangkan barisan. Lewat rapat koordinasi perdana bersama Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Dinsos Agam menegaskan komitmen memperkuat sinergi penanganan persoalan sosial di daerah.

Rakor yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Rabu (28/1), dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, didampingi jajaran kepala bidang. Kegiatan ini menjadi titik awal penyatuan gerak antara Dinas Sosial dan para pendamping sosial yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Villa Erdi menekankan, keberadaan pendamping PKH yang kini telah berstatus ASN Kementerian Sosial di setiap kecamatan harus menjadi kekuatan bersama. Dengan koordinasi yang solid, respons terhadap berbagai persoalan sosial diharapkan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Dengan adanya ASN Kementerian Sosial di setiap kecamatan, sinergi harus semakin kuat. Informasi dan penanganan masalah sosial tidak boleh lambat,” tegasnya.

Saat ini, sebanyak 63 Pendamping Sosial PKH di Kabupaten Agam telah diangkat sebagai ASN PPPK Kementerian Sosial, ditambah satu orang PPPK paruh waktu. Seluruhnya tersebar di 16 kecamatan dan menjadi garda terdepan pendampingan keluarga penerima manfaat.

Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Azmar, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Hasneril, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Desi Nofia, serta Irianti selaku AKS Fungsional Pekerja Sosial. Kehadiran lintas bidang ini memperkuat pesan bahwa penanganan masalah sosial membutuhkan kerja kolektif, bukan sektoral.

Ketua Tim Pendamping Sosial Kabupaten Agam, Ahmad Syukri, menyatakan kesiapan penuh para pendamping untuk berkolaborasi dengan Dinas Sosial. Menurutnya, persoalan bantuan sosial dan data penerima tidak bisa dilepaskan dari peran Dinsos.

“Kami siap hadir di lapangan dan berkoordinasi. Permasalahan bansos sangat erat dengan Dinas Sosial, jadi komunikasi harus sejalan,” ujarnya.

Selain pemaparan wilayah kerja, rakor juga diisi diskusi teknis terkait DTSEN, pemadanan data, penyaluran bantuan sosial, hingga penanganan pascabencana yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Agam.

Rakor perdana ini ditutup dengan makan bersama di Dinas Sosial Kabupaten Agam, sekaligus mempererat silaturahmi dan mengokohkan komitmen kolaborasi ke depan. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments