Minggu, Februari 1, 2026
BerandaAgamMusda XI Golkar Agam Resmi Dibuka, Khairunas Tekankan Musyawarah Mufakat dan Regenerasi

Musda XI Golkar Agam Resmi Dibuka, Khairunas Tekankan Musyawarah Mufakat dan Regenerasi

ARAHRAKYAT– Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Agam resmi dibuka, Rabu (21/1/2026), di Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung. Forum tertinggi partai berlambang beringin di tingkat kabupaten itu menjadi momentum evaluasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan Golkar Agam ke depan.

Musda dibuka langsung Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Barat, H Khairunas, dan dihadiri Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal, jajaran pengurus DPD Golkar Sumbar, pengurus DPD kabupaten/kota se-Sumbar, Kepala Kesbangpol Agam Bambang Warsito, perwakilan partai politik, serta 16 pengurus kecamatan Golkar se-Kabupaten Agam.

Ketua DPD Partai Golkar Agam, Lazuardi, menyampaikan Musda XI sejatinya dijadwalkan Desember 2025, namun ditunda akibat bencana yang melanda Kabupaten Agam. Ia mengawali sambutan dengan ungkapan duka cita kepada seluruh korban bencana.

“Semoga seluruh korban diberi ketabahan dan daerah kita segera bangkit,” ujarnya.

Dalam suasana reflektif, Lazuardi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader dan masyarakat setelah sekitar 15 tahun memimpin Golkar Agam.

“Tentu banyak keterbatasan dan dilema selama memimpin. Saya mohon maaf jika ada kekhilafan,” katanya, sembari mengingatkan pentingnya menjaga soliditas kader dengan pepatah Minangkabau, cadiak indak mambuang kawan, gapuak indak mambuang lamak.

Wakil Bupati Agam H Muhammad Iqbal menegaskan Golkar memiliki peran strategis dalam perjalanan politik dan pembangunan daerah. Ia berharap Musda XI melahirkan kepemimpinan yang kuat dan visioner.

“Agam sedang menghadapi tantangan besar pascabencana. Kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan golongan,” tegasnya. Ia juga mendorong sinergi berkelanjutan antara Golkar dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sumbar H Khairunas menekankan bahwa Golkar tetap menjunjung tinggi prinsip musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan.

“Musda ini forum evaluasi dan regenerasi. Dinamika itu wajar, tapi musyawarah mufakat harus menjadi jalan utama,” ujarnya.

Khairunas mengungkapkan sempat mendorong Lazuardi kembali memimpin Golkar Agam, namun DPP mengarahkan agar membuka ruang bagi kader-kader baru sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan.

“Golkar Agam harus bersiap menghadapi agenda politik besar ke depan, mulai dari DPRD hingga kepala daerah,” katanya.

Terkait strategi politik, Khairunas menegaskan Golkar bersikap terbuka dan realistis, termasuk kemungkinan membangun koalisi dengan partai lain demi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

Musda XI Golkar Agam pun menjadi penentu arah baru partai, di tengah tuntutan konsolidasi, regenerasi, dan penguatan posisi politik di Kabupaten Agam.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments