Minggu, Februari 1, 2026
BerandaAgamDebit Danau Maninjau Naik, Pintu Air PLTA Dibuka Lebih Lebar

Debit Danau Maninjau Naik, Pintu Air PLTA Dibuka Lebih Lebar

ARAHRAKYAT– Di tengah naiknya debit Danau Maninjau, PLTA Maninjau membuka pintu air secara bertahap untuk menurunkan ketinggian air sekaligus menjaga kawasan hilir tetap aman dari ancaman banjir. Saat ini, bukaan pintu air telah mencapai 155 sentimeter.

Tim Leader Pemeliharaan PLTA Maninjau, Ahmad Afandi, menegaskan, bukaan pintu air saat ini bahkan sudah jauh melampaui kesepakatan awal dengan masyarakat. Dari yang sebelumnya disepakati maksimal 45 sentimeter, kini bukaan telah mencapai 155 sentimeter.

“Ini sudah lebih dari tiga kali lipat batas kesepakatan awal. Tapi tetap kita buka perlahan agar tidak memicu banjir di wilayah hilir,” kata Ahmad di Pintu Air PLTA Maninjau, Muko-muko, Senin (12/1).

Menurutnya, langkah tersebut terpaksa diambil karena elevasi Danau Maninjau sempat melampaui ambang aman pascabanjir bandang dan hujan ekstrem. Pada puncaknya, ketinggian danau mencapai 464,15 meter di atas permukaan laut (mdpl), melebihi batas maksimum 464 mdpl, sehingga air melimpas di bendung PLTA.

Saat ini, elevasi danau memang telah turun menjadi 463,99 mdpl atau kembali berada dalam batas normal. Namun genangan air belum sepenuhnya surut di kawasan permukiman warga di sekitar salingka Danau Maninjau.

Ahmad menyebut, jika pintu air dibuka terlalu lebar dalam waktu singkat, justru akan memindahkan bencana ke wilayah lain. Daerah hilir seperti Lubuk Basung hingga Tiku, kata dia, berisiko terdampak banjir kiriman.

“Kami tidak mau masalah di danau selesai, tapi kampung orang di hilir yang tenggelam,” ujarnya.

Selain melalui pintu air, PLTA Maninjau juga mengoperasikan empat unit turbin dengan debit sekitar 2,7 juta meter kubik air sebagai bagian dari upaya menurunkan elevasi danau.

Di lapangan, dampak tingginya muka air danau masih dirasakan warga. Wali Nagari Koto Malintang, Hendra Yanto, menyebut hingga kini 72 rumah warga di nagarinya masih tergenang. Sejumlah lahan pertanian di tepian danau juga ikut terendam.

“Dari 45 sentimeter, sekarang sudah 155 sentimeter. Secara teknis danau memang kembali normal, tapi bagi warga di pinggir danau, air belum sepenuhnya surut,” kata Hendra.

Kondisi ini membuat masyarakat tetap waswas, terutama saat cuaca buruk datang. Gelombang tinggi dan angin kencang kerap memperparah genangan air di rumah-rumah warga.

Anggota DPRD Agam, Alber, menyebut pembukaan pintu air kali ini dilakukan melalui mekanisme musyawarah antara PLN, pemerintah nagari, dan tokoh masyarakat. Ia menilai langkah bertahap tersebut mampu menahan potensi banjir besar di wilayah hilir.

“Alhamdulillah sampai sekarang Tiku dan daerah hilir masih aman,” katanya.

Meski begitu, fakta bahwa puluhan rumah masih terendam menunjukkan persoalan tingginya muka air Danau Maninjau belum sepenuhnya teratasi. Warga di kawasan salingka danau kini masih menunggu air benar-benar surut dan adanya kepastian agar bencana serupa tidak kembali terulang.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments