Senin, Februari 2, 2026
BerandaAgamRisma Turun Angkat Lumpur di Maninjau

Risma Turun Angkat Lumpur di Maninjau

ARAHRAKYAT– Banjir bandang kembali menghantam kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/1/2026) dini hari. Sungai Batang Muaro Pisang meluap membawa lumpur, batu, dan kayu, menerjang permukiman warga di sekitar bantaran sungai.

Tak menunggu situasi benar-benar pulih, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, langsung turun ke lokasi terdampak. Sejak pagi, mantan Menteri Sosial RI itu terlihat bergotong royong bersama warga, mengangkat lumpur dan membersihkan rumah-rumah yang dipenuhi material banjir.

“Ibu Risma tidak sekadar datang meninjau. Beliau ikut bekerja bersama warga, dari pagi mengangkat lumpur dan membersihkan rumah,” ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Yogi Yolanda, Kamis pagi.

Menurut Yogi, bahkan sebelum banjir bandang terjadi, Risma telah berada di Maninjau. Meski kondisi cuaca belum stabil dan potensi bencana masih tinggi, ia memilih bermalam di kawasan Danau Maninjau.

“Beliau memutuskan tetap menginap di Maninjau. Ini bukan pencitraan, tapi tanggung jawab moral terhadap warga yang terdampak bencana,” tegas Yogi.

Dalam aksi gotong royong tersebut, Risma didampingi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PDIP Sri Kumala Dewi, jajaran pengurus PDIP Kabupaten Agam, serta relawan. Tanpa protokoler berlebihan, perempuan kelahiran Kediri itu tampak berbaur dengan warga, bekerja di tengah lumpur.

Meski material banjir tergolong besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Yogi menilai, keselamatan warga tak lepas dari kewaspadaan masyarakat sejak malam sebelumnya.

“Sejak Rabu malam, aliran Batang Muaro Pisang mendadak mengering. Ini tanda tidak normal. Warga langsung waspada,” jelasnya.

Kondisi tersebut memicu dugaan adanya sumbatan di hulu sungai yang berpotensi jebol dan memicu galodo. Dalam kondisi listrik padam dan hujan masih turun, warga memilih mengungsi menjauh dari bantaran sungai.

Simpang Jalan Kelok Satu sempat dipadati warga yang berjaga. Para pemuda bahkan menutup akses jalan sementara, mencegah kendaraan melintas demi mengurangi risiko jika banjir bandang datang tiba-tiba.

“Kesigapan warga luar biasa. Ini yang membuat tidak ada korban jiwa meski banjir membawa lumpur dan kayu dalam jumlah besar,” ujar Yogi.

Hingga Kamis siang, warga bersama relawan dan pengurus PDI Perjuangan masih melakukan pembersihan sisa material banjir serta pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum di kawasan Maninjau.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments