ARAHRAKYAT– Bencana longsor susulan atau galodo melanda Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Kamis (1/1) dini hari. Akibat peristiwa tersebut, jalan utama yang menghubungkan Bukittinggi-Lubuk Basung putus total dan tidak bisa dilewati kendaraan.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.45 WIB, tepatnya di sekitar kawasan Pasar Maninjau. Material longsor berupa lumpur, batu, dan kayu yang terbawa arus Sungai Batang Muaro Pisang meluap hingga masuk ke pemukiman warga.
Informasi dihimpun dari BPBD Agam, warga sempat mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah perbukitan sebelum air sungai meluap. Suara tersebut membuat warga panik dan langsung berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
“Laporan dari lapangan menyatakan akses jalan putus total pagi ini,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, Kamis (1/1).
Selain menutup jalan raya, material longsor juga merusak beberapa rumah warga yang berada di pinggir sungai. Tumpukan kayu dan batu besar membuat kendaraan sama sekali tidak bisa melintas hingga pagi hari.
“Saat ini, petugas dari Pemerintah Kabupaten Agam sudah berada di lokasi untuk membersihkan material longsor menggunakan alat berat. Tujuannya agar jalan bisa segera dibuka kembali dan aktivitas warga normal lagi,” terangnya.
Menurut Abdul Ghafur, Nagari Maninjau memang menjadi daerah yang rawan longsor, terutama saat hujan deras. Sejak November 2025 lalu, daerah ini sudah beberapa kali dihantam bencana serupa karena kondisi tanah di perbukitan yang tidak stabil.
Pihaknya mengimbau agar warga yang tinggal di dekat sungai dan di bawah lereng bukit tetap waspada, terutama jika hujan turun dengan lebat dalam waktu lama.

