ARAHRAKYAT– PDI Perjuangan memasak 2.200 paket rendang per hari untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam. Program “Merandang Massal” yang dimulai Rabu (31/12) ini menargetkan 10 ribu paket bagi penyintas.
Produksi rendang ini dilakukan di tiga dapur umum yang berada di Sungai Batang dan Bayua, Kecamatan Tanjung Raya. Paket rendang siap saji tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah yang terdampak bencana, seperti Tanjung Raya Palembayan, Palupuah, hingga Malalak.
“Sebenarnya untuk kebutuhan pangan korban bencana, dapur umum sudah kami buka sejak H+4 pascabencana. Mulai hari ini kami siapkan paket rendang agar warga mendapatkan makanan siap saji yang lebih tahan dan mudah dibagikan,” ujar Bendahara DPD PDI-P Sumbar, Yogi Yolanda, Rabu (31/12).
Selain dapur umum, PDI-P juga membuka posko distribusi sembako di Kecamatan Malalak guna mempercepat penyaluran bantuan kepada warga. Tak hanya itu, PDI-P turut bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam penyaluran bantuan logistik di Palembayan, guna menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur.
Dalam upaya penanganan darurat, PDI-P juga menurunkan tiga unit alat berat yang sebelumnya dikerahkan ke Palembayan dan Tanjungraya. Saat ini, satu unit masih beroperasi di Maninjau untuk membuka akses dan membersihkan material banjir, sementara dua unit lainnya dialihkan ke Kota Padang yang juga luluh lantak terdampak bencana.
“Sejak awal kejadian, kami langsung mengirim bantuan logistik ke wilayah terdampak. Ini bukan respons sesaat, tapi komitmen kemanusiaan,” tegas Yogi.
Hingga kini, total bantuan yang telah disalurkan PDI-P ke Kabupaten Agam meliputi 9 ton beras, paket sembako, serta 2.000 potong pakaian baru termasuk selimut. Berbagai peralatan pendukung dapur umum dan posko pengungsian juga disuplai, seperti kompor besar, kuali, toren air, genset, hingga lampu LED.
Di sektor kesehatan, PDI-P sejak awal bencana juga menurunkan tim medis lengkap dengan obat-obatan. Hari ini, empat tim medis kembali diterjunkan ke Kabupaten Agam. Secara keseluruhan, sebanyak 10 tim medis akan diturunkan di Sumatera Barat untuk membantu korban bencana.
Bantuan lainnya mencakup air bersih, perlengkapan bayi, kebutuhan ibu hamil, lansia, serta kelompok rentan lainnya.
“Kami memastikan bantuan tidak hanya berhenti di logistik, tapi juga menyentuh kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat terdampak,” tutup Yogi Yolanda.

