Hanya Dengan Sosialisme Rakyat Bisa Keluar Dari Ancaman Krisis dan Pandemik COVID-19

Novel Coronavirus tahun 2019 membuat kondisi global mengalami ancaman krisis ekonomi-politik. China mengalami masalah cukup pelik untuk menghadapi situasi ini. Di tengah perlambatan ekonomi China, wabah ini menambah krisis yang harus di hadapi china. Dampaknya bukan hanya pada China, akan tetapi kepada ekonomi secara internasional juga menemui ancaman krisis secara global. Isu perang dagang dan ketegangan Timur Tengah hampir dikatakan redup dan tak menjadi perhatian lagi bagi capital global. Kelesuan bahkan kebuntuan capital yang sejak 2008 terus mengalami tren penurunan, menambah pelik persoalan COVID-19 ini. Terutama setelah China menjadi salah satu pemain besar dalam rantai pasok produksi global (Global Supply Chain). Pada akhirnya China untuk membangun skema Barieer (atau lebih di kenal Lockdown) untuk kota Wuhan di Provinsi Hubei yang berpenduduk 11 Juta Jiwa sejak 23 Januari 2020 sebagai langkah karantina teritori virus.

Secara ekonomi perkembangan virus ini telah mengakibatkan ekonomi global mengalami pertanda krisis global. Beberapa ekonom dan lembaga keuangan Amerika dan Eropa sudah mendeklarasikan krisis global untuk tahun 2020. Dampaknya akan sejauh apa? masih diperkirakan di bawah kondisi tahun 2008/2009. Beberapa negara yang membuat kebijakan lockdown untuk mengurangi dampak penyebaran saat ini benar-benar tidak melakukan kegiatan apapun.

Indonesia dalam situasi saat ini mengalami kegamangan untuk dapat mengadapi penyebaran virus ini. Ancaman situasi bagi indonesia sangat menggangu keadaan ekonomi nasional yang sejak beberapa tahun ini mengalami flat untuk pertumbuhan ekonominya. Di situasi ketidakpastian global seperti saat ini akan menambah keadaan yang memprihatinkan bagi indonesia. Dengan ratusan yang terkontaminasi virus, pemerintah Indonesia sedang berada pada situasi memilih menyelamatkan nyawa rakyatnya atau menyelamatkan investasi.

Dalam situasi saat ini pertimbangan pemerintah adalah kalkulasi ekonomi yang akan berdampak pada situasi financial dan perdagangan nasional. Kebijakan insentif pariwisata semacam bukti bahwa perhitungan kebijakan nasional adalah oportunisme fiskal dan perdagangan.

Setelah 4 maret 2020, baru pemerintah dengan gagapnya memberikan tanggapan atas penyebaran virus ini. Sebelumnya global sudah memiliki korban 764.866 kasus dengan kematian mencapai 36.865 dan di Indonesia ada 1.414 kasus dengan 122 kasus meninggal dunia per 30 maret 2020. Dengan adanya virus ini, sudah hampir 14 negara mengadakan total atau parsial lockdown. Ini dilakukan untuk karantina kesehatan agar penyebaran virus ini tidak menyebar.

Virus ini sebenarnya adalah dampak dari keserakahan eksploitasi kapitalisme di dunia pertanian dan peternakan sehingga menggangu ekosistem lingkungan yang menghasilkan persoalan epidemik di muka bumi ini. Kerusakan ini sudah diketahui oleh para pemilik modal itu, berbagai terbitan ilmu pengetahuan sudah sering kali membongkar kebobrokan pola agribisnis yang membawa malapetaka ini.

Berbagai tanggapan hadir, namun sering kali menyudutkan klas proletar yang sampai hari ini bertaruh nyawa untuk menggerakkan mesin pemodal. Sedangkan negara dengan culasnya menaruh tanggung jawab ancaman pendemik dan kehilangan kemampuan ekonomi itu ke pundak masing-masing klas buruh. Kegiatan yang mulai dibatasi dengan social distancing kemudian pada 30 maret 2020 presiden yang selesai rapat kabinet indonesia maju mengeluarkan perintah yang salah satunya adalah memperketat penanggulangan covid-19 dengan mendisiplinkan Physical Distancing yang akan dibarengin dengan darurat sipil.

Darurat sipil merupakan kebijakan yang dibuat ketika masa orde baru menghadapi ancaman militer setelah Sukarno mendeklarasikan Dekrit presiden, namun sekarang dipakai untuk menakuti massa yang sedang di bawah ancaman pandemik untuk bisa membatasi penularan. Ini merupakan kebijakan yang salah kaprah dan merugikan rakyat. Setelah kebijakan OJK yang menolong para pemodal yang bertopeng UMKM, SE Menaker yang berkamuflase menjaga buruh dan keberlanjutan usaha adalah kebijakan yang mendeskreditkan klas buruh. Buruh yang sudah tidak memiliki apa-apa lagi, dipaksa untuk terus membantu penyelamatan krisis dalam tubuh kapitalisme.

Kapitalisme sudah dengan nyata berkali-kali gagal dan membawa jutaan rakyat sebagai tumbalnya untuk bisa terus bertahan hidup. Pertimbangan ekonomi kapitalisme di Indonesia sedang melesu menjadi alasan negara tidak mengaktifkan karantina kesehatan karena akan membebani anggaran negara untuk menjamin subsidi bahan pokok, kehidupan sehari-hari dan alat kesehatan. Negara dalam kekuasaan komprador kapitalisme menunjukkan wajahnya yang siap sedia membela pemodal yang di pinggir kerugian.

Sungguh baik kapitalisme terus menernak mereka–elit dan partai politik liberal yang senantiasa memberikan mimpi buruk sekaligus candu kepada rakyat untuk terus hidup dalam kegelapan. Sosialisme adalah sistem masa depan yang cocok bagi sekalian rakyat untuk bisa bersama-sama hadir dan merebut kekuasaan dari tangan mereka yang berlumuran darah.

Negara sudah dengan jelas memunggungi rakyat. Rakyat disuruh bayar pajak, pelayanan kesehatan, pendidikan dan menghilangkan semua tanggung jawab negara atas rakyatnya. Mereka berdiri di atas keringat, darah, dan tubuh klas pekerja yang menjadi tumbal keserakahan mereka. Sistem Sosialisme dengan nyata dapat membawa beberapa negara yang berazaskan kepemimpinan dan Diktator proletariat berhasil membangun kemanusiaan tanpa melihat Suku, Agama, Ras dan bangsa asalnya.

Untuk itu, darurat sipil tidak lebih upaya penanggulangan kebangkitan gerakan rakyat yang saat ini tercederai dengan pengkhiatan dan kemungkinan chaos akibat kelaparan dan kelangkaan barang-barang kebutuhan ketika masa karantina wilayah. Negara juga enggan menjamin karena takut tidak dapat memberikan bantuan para perusahaan. Alih-alih memberikan bantuan dan perlindungan sosial kepada rakyat dengan terjamin. Rakyat telah diperas, dan ditindas dengan melangkahi kebebasan bersuara yang diadopsi dalam nilai politik individual meraka. Darurat sipil adalah langkah untuk memutus radikalisasi rakyat yang sudah bosan dengan kecongkakan pemerintah komprador kapitalisme ini.

Rakyat harus bangkit, membangun alat perjuangan politik dan mewujudkan sistem sosial yang bernama Sosialisme untuk dapat hidup dan lestari tanpa adanya penindasan atas manusia yang dilandaskan pada uang dan kekayaan. Untuk itu, kami US mengajak kita semua untuk sama-sama berjuang mewujudkan sosialisme indonesia dan lawan musuh rakyat!

Jayalah Sosialisme!

Sumber Gambar: https://portside.org/

Leave a Comment